Panduan
Contoh Soal Psikotes Kerja dan Jawabannya (Beserta Pembahasan)
Halaman ini memuat 42 contoh soal psikotes kerja beserta jawaban dan pembahasannya, diambil apa adanya dari bank soal SiapPsikotes. Semua soal bisa kamu kerjakan langsung di sini, dan setiap jawaban punya penjelasan singkat cara berpikirnya.
Psikotes kerja hampir selalu muncul setelah tahap administrasi dan sebelum wawancara pengguna. Yang dicari bukan orang yang paling pintar, melainkan cara kamu berpikir ketika waktu menekan: seberapa cepat menangkap pola, seberapa teliti membaca instruksi, dan bagaimana kamu memutuskan saat soal belum selesai tapi waktu hampir habis.
Karena itu, mengerjakan contoh soal psikotes kerja dan jawabannya jauh lebih berguna daripada menghafal kunci. Di halaman ini ada 42 contoh soal dari empat kategori — verbal, penalaran & logika, kemampuan numerik, dan matematika — yang semuanya diambil apa adanya dari bank soal SiapPsikotes (1.348 soal untuk 9 jenis tes). Pembahasan tiap soal bisa kamu buka sendiri setelah menjawab, jadi kamu bisa tahu persis di mana logikamu meleset.
Apa itu psikotes kerja dan mengapa sering jadi penyaring
Psikotes kerja adalah rangkaian tes tertulis atau daring yang dipakai perusahaan untuk melihat kemampuan kognitif, ketelitian, dan kecenderungan sikap kerja pelamar. Bentuknya bermacam-macam: ada yang berupa pilihan ganda dengan batas waktu ketat, ada yang berupa tugas menggambar, dan ada yang berupa pernyataan sikap yang harus kamu pilih atau urutkan.
Alasannya sederhana. Wawancara hanya memberi gambaran satu sampai dua jam, sementara psikotes memberi data yang lebih seragam sehingga antar pelamar bisa dibandingkan dengan ukuran yang sama. Bagian yang punya kunci jawaban tunggal — sinonim, deret angka, aritmetika — juga relatif sulit dimanipulasi, berbeda dari jawaban esai yang bisa dipoles.
Yang perlu dipahami sejak awal: psikotes umumnya dipakai sebagai penyaring tahap awal, bukan penentu tunggal. Hasil yang baik membantumu lanjut ke tahap berikutnya, hasil yang kurang bisa membuat lamaran berhenti di situ. Tidak ada satu tes pun yang menjamin seseorang diterima, karena hasilnya selalu dibaca bersama berkas lamaran dan hasil wawancara.
Satu hal yang sering terlewat: penyebab gugur yang paling umum bukan ketidaktahuan rumus, melainkan manajemen waktu. Berhenti terlalu lama di satu soal, salah membaca instruksi “pilih yang tidak termasuk”, atau panik di sepuluh menit terakhir — tiga hal itu lebih sering menghabiskan nilai daripada soal yang benar-benar sulit.
- Tes kognitif (verbal, numerik, logika, matematika) mengukur kecepatan dan ketepatan berpikir.
- Tes gambar dan visual mengukur persepsi bentuk serta ketelitian pengamatan.
- Tes kepribadian situasional mengukur kecenderungan sikap kerja, bukan benar atau salah.
- Hampir semua formatnya berwaktu, jadi kecepatan berhitung lebih menentukan daripada sekadar tahu jawabannya.
Jenis soal psikotes kerja yang paling sering keluar
Sebagian besar penyelenggara memakai kombinasi dua sampai empat jenis tes berikut. Penyebutannya bisa berbeda antar perusahaan, tetapi isi yang diukur relatif mirip. Tabel di bawah merangkum apa yang diukur dan bentuk soalnya, supaya kamu bisa menyusun urutan latihan sendiri.
Pilihan jenis tes biasanya menyesuaikan tuntutan posisi. Posisi yang banyak berurusan dengan angka cenderung diberi porsi numerik dan matematika lebih besar, sementara posisi yang banyak berkomunikasi lebih banyak diuji verbal dan situasional. Karena itu, membaca deskripsi lowongan yang kamu lamar membantu menentukan kategori mana yang perlu kamu latih lebih dulu.
Perlu dicatat pula: jumlah soal dan lama waktu setiap sesi berbeda-beda antar penyelenggara, dan itu memang bukan hal yang bisa dipastikan dari luar. Yang bisa kamu kendalikan hanyalah kecepatan dan ketelitianmu, jadi latihan berwaktu lebih berguna daripada menebak-nebak jumlah soalnya.
| Jenis tes | Yang diukur | Contoh bentuk soal |
| Kemampuan verbal | Ketepatan makna kata dan hubungan antar kata | Sinonim, antonim, analogi, hubungan pasangan kata |
| Penalaran & logika | Ketepatan menarik kesimpulan dari informasi yang diberikan | Silogisme, urutan kejadian, pernyataan “semua/sebagian” |
| Kemampuan numerik | Kecepatan dan ketelitian berhitung | Deret angka, aritmetika dasar, perbandingan |
| Matematika | Penerapan hitungan pada situasi sehari-hari | Persen, untung–rugi, jarak–kecepatan–waktu, soal cerita |
| Bahasa Inggris | Pemahaman bacaan pendek dan struktur kalimat sederhana | Sinonim, melengkapi kalimat, membaca teks singkat |
| Wawasan kebangsaan | Pengetahuan dasar kebangsaan dan ketatanegaraan | Pancasila, UUD, sejarah dan lembaga negara |
| Tes gambar & visual | Persepsi bentuk, rotasi, dan ketelitian visual | Figural dan bangun ruang; sebagian tugas gambar dibaca penguji, bukan dikunci |
| Kepribadian situasional | Kecenderungan sikap kerja saat menghadapi situasi tertentu | Pernyataan sikap yang harus dipilih atau diurutkan |
| Tes kraepelin (hitung cepat) | Ketahanan konsentrasi dan kestabilan kerja di bawah tekanan waktu | Deret angka puluhan, dikerjakan dalam tempo singkat |
Yang punya kunci jawaban tunggal adalah tes verbal, logika, numerik, matematika, bahasa Inggris, dan wawasan kebangsaan. Tugas gambar dan tes kepribadian umumnya dibaca oleh penguji, sehingga di sana tidak ada benar atau salah yang mutlak — yang dinilai adalah konsistensi, kelengkapan, dan cara kamu mengambil keputusan.
Contoh soal psikotes kerja dan jawabannya
Empat bagian di bawah ini memuat 42 contoh soal dari bank soal SiapPsikotes. Soal ditampilkan apa adanya tanpa diubah, dan setiap butir punya tombol jawaban beserta pembahasan singkat yang memuat langkah berpikirnya, bukan hanya kuncinya.
Kerjakan dulu sebelum membuka pembahasan. Membaca soal lalu langsung melihat jawaban memang terasa nyaman, tapi hampir tidak melatih apa pun; yang benar-benar menaikkan kemampuan adalah momen kamu sadar sendiri letak kekeliruannya.
Saat mencoba, pasang batas waktu sendiri: sekitar 45–60 detik per soal untuk verbal dan logika, serta 30–45 detik untuk numerik dan matematika. Kalau waktunya lewat, tandai lalu lanjut — itu yang perlu kamu biasakan, bukan mengerjakan sampai benar.
12 contoh soal verbal dan pembahasannya
Bagian verbal menguji cara kamu memegang makna kata: mencari padanan, mencari lawan, dan menebak hubungan antar pasangan kata. Kuncinya bukan kosakata yang luas, melainkan kebiasaan bertanya lebih dulu “hubungan ini sejenis apa?”, baru mencari jawabannya.
1.PERWIRA : TNI = KOMISIONER : ...
- POLRI
- BPK
- KPK
- DPR
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: POLRI
Perwira = pangkat di TNI. Komisioner = pangkat di Polri.
INGAT: Analogi: tentukan dulu hubungannya (alat–profesi, bagian–keseluruhan, sinonim, antonim, sebab–akibat).
2.KOMANDAN : PASUKAN = GURU : ...
- Sekolah
- Buku
- Murid
- Ilmu
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: Murid
Komandan memimpin pasukan. Guru memimpin/mengajar murid.
INGAT: Analogi: tentukan dulu hubungannya (alat–profesi, bagian–keseluruhan, sinonim, antonim, sebab–akibat).
3.Antonim kata AGRESIF adalah...
- Aktif
- Cepat
- Kuat
- Pasif
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: Pasif
Agresif = menyerang, aktif menyerang. Antonim: pasif = tidak menyerang, bertahan.
INGAT: Antonim = lawan makna, pilih yang benar-benar berlawanan.
4.Kata yang TIDAK baku adalah...
- Praktik
- Nasehat
- Analisis
- Jadwal
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: Nasehat
Baku: Nasihat (bukan Nasehat), Praktik (bukan Praktek), Analisis (bukan Analisa). TRIK: KBBI pakai 't' bukan 'c'.
INGAT: Bentuk baku KBBI: nasihat, praktik, analisis, risiko, apotek, atlet, izin, jadwal, kuitansi, ambulans, ekspor, fotokopi.
5.PERWIRA : TNI = DOKTER : ...
- Rumah Sakit
- Pasien
- Perawat
- Obat
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: Rumah Sakit
Perwira bekerja di TNI. Dokter bekerja di Rumah Sakit. TRIK: profesi → tempat kerja.
INGAT: Analogi: tentukan dulu hubungannya (alat–profesi, bagian–keseluruhan, sinonim, antonim, sebab–akibat).
6.Antonim kata TANGGUH adalah...
- Tegar
- Kuat
- Rapuh
- Kukuh
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: Rapuh
Tangguh berarti kuat dan sukar dikalahkan, sehingga antonimnya adalah rapuh (mudah rusak).
INGAT: Antonim = lawan makna, pilih yang benar-benar berlawanan.
7.RAK : BUKU = LEMARI : ...
- Piring
- Gelas
- Sepatu
- Pakaian
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: Pakaian
Rak merupakan tempat menyimpan buku, sebagaimana lemari merupakan tempat menyimpan pakaian. Hubungan pasangan kata bersifat tempat dan benda yang disimpan.
INGAT: Analogi: tentukan dulu hubungannya (alat–profesi, bagian–keseluruhan, sinonim, antonim, sebab–akibat).
8.Kata yang bersinonim dengan kata CEKATAN adalah ...
- Lambat
- Gesit
- Lelet
- Canggung
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: Gesit
Cekatan berarti cepat dan terampil dalam bertindak, sehingga bersinonim dengan gesit. Lambat, lelet, dan canggung merupakan lawan maknanya.
INGAT: Sinonim = persamaan makna. Pilih kata yang paling dekat maknanya, bukan yang hanya searah.
9.Manakah penulisan yang BAKU menurut KBBI?
- atlet
- atleti
- atlit
- atleet
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: atlet
Bentuk baku menurut KBBI adalah atlet, bukan atlit.
INGAT: Bentuk baku KBBI: nasihat, praktik, analisis, risiko, apotek, atlet, izin, jadwal, kuitansi, ambulans, ekspor, fotokopi.
10.Makna ungkapan (idiom) BANTING TULANG adalah ...
- menyerah
- beristirahat
- bekerja keras
- berkelahi
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: bekerja keras
Banting tulang adalah ungkapan yang berarti bekerja keras atau bekerja dengan sungguh-sungguh.
INGAT: Ungkapan/idiom bermakna kiasan, bukan arti kata per kata.
11.Padanan kata DERMAWAN adalah ...
- Kikir
- Sombong
- Pemalas
- Pemurah
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: Pemurah
Dermawan berarti suka memberi bantuan kepada orang lain, padanannya pemurah: dermawan = pemurah. 'Kikir' justru lawan katanya (pelit), 'Sombong' berkaitan dengan sikap angkuh, dan 'Pemalas' berkaitan dengan kemalasan.
INGAT: Waspadai jebakan lawan kata: pada soal sinonim, opsi yang antonim dari kata soal hampir selalu disediakan.
12.Empat kata berikut tersedia; satu di antaranya tidak sekelompok. Kata manakah itu?
- Januari
- Maret
- Juli
- Rabu
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: Rabu
Januari, Maret, dan Juli adalah nama bulan, sedangkan Rabu adalah nama hari. Kelompok yang benar adalah nama bulan, sehingga kata yang menyimpang adalah Rabu.
INGAT: Kalender punya dua kelompok penamaan: nama bulan (Januari-Desember) dan nama hari (Senin-Minggu).
10 contoh soal penalaran dan logika
Soal logika tidak menuntut hitungan rumit; yang diuji ketelitian membaca premis. Banyak yang keliru bukan karena tidak bisa bernalar, tetapi karena menambahkan asumsi yang tidak tertulis di soal — misalnya menganggap dua hal yang berbeda pasti sama karena namanya mirip.
1.Semua prajurit TNI disiplin. Budi prajurit TNI. Kesimpulan:
- Budi pasti disiplin
- Tidak bisa disimpulkan
- Budi mungkin disiplin
- Budi tidak disiplin
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: Budi pasti disiplin
Silogisme valid: premis mayor + minor valid → Budi pasti disiplin.
INGAT: Silogisme: 'semua A adalah B' + 'X adalah A' → X pasti B. Kalau hanya tahu X adalah B, X belum tentu A.
2.Jika hari ini Senin, 100 hari lagi adalah hari...
- Selasa
- Rabu
- Kamis
- Senin
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: Rabu
100 = 14 × 7 + 2. Sisa 2 hari dari Senin = Rabu.
INGAT: Soal hari: bagi jumlah hari dengan 7, sisanya = jumlah langkah dari hari awal.
3.Tidak ada siswa yang tidak lulus. Andi adalah siswa. Kesimpulan:
- Andi tidak lulus
- Andi mungkin lulus
- Tidak bisa disimpulkan
- Andi lulus
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: Andi lulus
Tidak ada siswa yang tidak lulus = SEMUA siswa lulus. Andi siswa → Andi lulus. TRIK: negasi ganda = positif.
INGAT: Silogisme: 'semua A adalah B' + 'X adalah A' → X pasti B. Kalau hanya tahu X adalah B, X belum tentu A.
4.Deret: 3, 9, 27, 81. Suku berikutnya...
- 405
- 162
- 243
- 324
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 243
Rasio x3. 81 × 3=243.
INGAT: Deret angka: tulis selisih antar suku. Selisih tetap = aritmetika, rasio tetap = geometri, selisih naik = pola bertingkat.
5.Deret: 1, 8, 27, 64. Suku berikutnya...
- 125
- 150
- 216
- 100
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 125
Kubik: 1³,2³,3³,4³,5³=125.
INGAT: Deret angka: tulis selisih antar suku. Selisih tetap = aritmetika, rasio tetap = geometri, selisih naik = pola bertingkat.
6.Deret: 1, 3, 7, 15, 31, 63. Angka berikutnya...
- 124
- 130
- 127
- 132
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 127
Pola: 2ⁿ - 1. Setelah 63 adalah 127.
INGAT: Deret angka: tulis selisih antar suku. Selisih tetap = aritmetika, rasio tetap = geometri, selisih naik = pola bertingkat.
7.Kode A=1, B=2, ..., Z=26. Kode untuk 'PERWIRA' adalah...
- 16-5-18-23-9-18-1
- 16-5-18-22-9-18-1
- 16-5-18-23-8-18-1
- 16-5-17-23-9-18-1
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 16-5-18-23-9-18-1
PERWIRA = P E R W I R A = 16-5-18-23-9-18-1.
INGAT: Sandi: cek pergeseran (+1, +2) atau ubah huruf ke posisi alfabet (A=1, B=2, ... Z=26).
8.Jika hari ini Sabtu, maka 74 hari lagi adalah hari...
- Sabtu
- Rabu
- Kamis
- Minggu
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: Rabu
74 mod 7 = 4. 4 hari setelah Sabtu = Rabu.
INGAT: Soal hari: bagi jumlah hari dengan 7, sisanya = jumlah langkah dari hari awal.
9.Nilai ujian K lebih tinggi dari L. M lebih rendah dari L. N lebih rendah dari M. Urutan dari yang TERTINGGI adalah...
- K > M > L > N
- L > K > M > N
- N > M > L > K
- K > L > M > N
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: K > L > M > N
Rantai perbandingan: K > L, L > M, M > N. Maka K > L > M > N.
INGAT: Soal urutan: susun rantai perbandingannya dulu, jangan menebak yang tidak disebutkan.
10.Deret: 18, 23, 28, 33, 38. Angka berikutnya...
- 41
- 45
- 43
- 40
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 43
Selisih tetap +5. 38 + 5 = 43.
INGAT: Deret angka: tulis selisih antar suku. Selisih tetap = aritmetika, rasio tetap = geometri, selisih naik = pola bertingkat.
10 contoh soal kemampuan numerik
Numerik menguji kecepatan berhitung dan kepekaan terhadap pola. Untuk deret angka, tulis selisih antar suku di kertas coret; langkah sesederhana itu jauh lebih cepat daripada menatap deret di layar sambil menghitung di kepala.
1.1248 + 763 - 459 = ...
- 1552
- 1562
- 1572
- 1542
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 1552
Kerjakan berurutan: 1248 + 763 = 2011, lalu 2011 − 459 = 1552.
INGAT: Numerik: kerjakan dari kiri ke kanan dan tulis hasil antara supaya tidak keliru.
2.Berapa persen 75 dari 300?
- 30%
- 35%
- 20%
- 25%
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 25%
75/300 × 100% = 25%.
INGAT: Numerik: kerjakan dari kiri ke kanan dan tulis hasil antara supaya tidak keliru.
3.456 - 178 = ...
- 278
- 288
- 298
- 268
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 278
Kurangkan langsung: 456 − 178 = 278.
INGAT: Numerik: kerjakan dari kiri ke kanan dan tulis hasil antara supaya tidak keliru.
4.2⁷ = ...
- 256
- 512
- 64
- 128
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 128
2⁷ = 2 × 2 × 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = 128.
INGAT: Hafal kuadrat 1-25 dan pangkat kecil (2⁵=32, 2⁸=256, 2¹⁰=1024).
5.143 + 278 + 428 = ...
- 873
- 821
- 834
- 849
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 849
Kerjakan berurutan: 143 + 278 = 421, lalu 421 + 428 = 849.
INGAT: Numerik: kerjakan dari kiri ke kanan dan tulis hasil antara supaya tidak keliru.
6.198 ÷ 9 = ...
- 22
- 18
- 17
- 25
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 22
198 ÷ 9 = 22 (cek: 9 × 22 = 198).
INGAT: Numerik: kerjakan dari kiri ke kanan dan tulis hasil antara supaya tidak keliru.
7.7/8 - 1/2 = ...
- 3/9
- 4/8
- 6/6
- 3/8
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 3/8
Samakan penyebut ke 8. 7/8 = 7/8, 1/2 = 4/8. Selisih = 3/8 = 3/8.
INGAT: Pecahan: samakan penyebut dulu, baru jumlahkan atau kurangkan pembilangnya.
8.3⁵ = ...
- 243
- 81
- 15
- 729
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 243
3⁵ = 3 × 3 × 3 × 3 × 3 = 243.
INGAT: Hafal kuadrat 1-25 dan pangkat kecil (2⁵=32, 2⁸=256, 2¹⁰=1024).
9.√289 = ...
- 15
- 18
- 20
- 17
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 17
√289 = 17, karena 17 × 17 = 289.
INGAT: Hafal kuadrat 1-25 dan pangkat kecil (2⁵=32, 2⁸=256, 2¹⁰=1024).
10.KPK dari 14 dan 21 adalah...
- 42
- 35
- 294
- 7
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 42
Faktorisasi prima: 14 = 2 × 7 dan 21 = 3 × 7. KPK diambil dari SEMUA faktor dengan pangkat terbesar → KPK = 42. Cara cepat: (a × b) ÷ FPB = (14 × 21) ÷ 7 = 42.
INGAT: FPB pakai faktor SAMA dengan pangkat terkecil; KPK pakai SEMUA faktor dengan pangkat terbesar.
10 contoh soal matematika dasar
Soal matematika psikotes hampir selalu berbentuk situasi sehari-hari: potongan harga, bagi hasil, kecepatan kendaraan, atau perbandingan jumlah. Yang dijaga bukan rumus rumit, melainkan urutan pengerjaan soal cerita — tentukan dulu apa yang diketahui dan apa yang diminta, baru hitung.
1.Pasukan 240 prajurit, 35% dikirim misi. Sisa prajurit...
- 156
- 160
- 176
- 84
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 156
Dikirim = 35% × 240 = 84. Sisa = 240-84 = 156.
INGAT: Persen = per seratus. Contoh: 35% × 240 = 35/100 × 240.
2.Deret aritmetika: 7, 11, 15, 19. Suku ke-10 adalah...
- 43
- 47
- 51
- 39
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 43
a=7, b=4. U10 = 7 + 9(4) = 7 + 36 = 43.
INGAT: Deret: hitung selisih dulu (aritmetika), atau cek rasio (geometri).
3.Deret: 2, 6, 12, 20, 30. Suku berikutnya...
- 42
- 44
- 38
- 40
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 42
Selisih: +4,+6,+8,+10,+12. 30+12=42. TRIK: selisih bertambah 2 setiap suku.
INGAT: Deret: hitung selisih dulu (aritmetika), atau cek rasio (geometri).
4.Luas segitiga dengan alas 12 cm dan tinggi 8 cm adalah...
- 48 cm²
- 56 cm²
- 96 cm²
- 40 cm²
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 48 cm²
L = 1/2 x a x t = 1/2 × 12 × 8 = 48 cm².
INGAT: Luas persegi panjang = panjang × lebar; Keliling = 2 × (panjang + lebar).
5.Pasukan 160 prajurit, 55% dikirim misi. Sisa prajurit...
- 61
- 76
- 83
- 72
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 72
Dikirim = 55% × 160 = 88. Sisa = 160 - 88 = 72.
INGAT: Persen = per seratus. Contoh: 35% × 240 = 35/100 × 240.
6.Jika 7x - 10 = 95, nilai x adalah...
- 18
- 16
- 12
- 15
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 15
7x = 95+10 = 105. x = 105÷7 = 15.
INGAT: Persamaan: kumpulkan variabel di satu ruas dan angka di ruas lainnya.
7.Deret aritmetika: 9, 17, 25, 33. Suku ke-10 adalah...
- 76
- 80
- 82
- 81
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 81
a=9, b=8. U10 = 9+9×8 = 81.
INGAT: Deret: hitung selisih dulu (aritmetika), atau cek rasio (geometri).
8.Kecepatan 50 km/jam selama 3 jam. Jarak yang ditempuh...
- 137
- 155
- 145
- 150
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 150
Jarak = 50×3 = 150 km.
INGAT: Rumus: Jarak = Kecepatan × Waktu; Waktu = Jarak ÷ Kecepatan.
9.Persegi panjang dengan panjang 11 cm dan lebar 6 cm. Luasnya...
- 59
- 73
- 64
- 66
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 66
Luas = 11×6 = 66 cm².
INGAT: Luas persegi panjang = panjang × lebar; Keliling = 2 × (panjang + lebar).
10.Rata-rata dari 44, 50, 55, 55, 80, 88 adalah...
- 64
- 58
- 60
- 62
Lihat jawaban & pembahasan
JAWABAN: 62
Jumlah data = 44 + 50 + 55 + 55 + 80 + 88 = 372. Rata-rata = 372 ÷ 6 = 62.
INGAT: Rata-rata = jumlah data ÷ banyak data. Median = nilai tengah setelah data diurutkan.
Cara berlatih yang benar supaya tidak sekadar hafal
Latihan yang bekerja punya tiga unsur: ada batas waktu, ada umpan balik, dan ada pengulangan soal yang salah. Mengerjakan seratus soal tanpa batas waktu dan tanpa memeriksa kesalahan hampir tidak menaikkan kesiapanmu; mengerjakan dua puluh soal berwaktu lalu membedah lima yang keliru jauh lebih berguna.
Mulailah dari yang paling lemah. Kalau deret angka membuatmu berhenti lebih dari dua menit, latih kategori itu tiga hari berturut-turut sebelum pindah ke kategori lain. Kemampuan verbal biasanya naik lebih cepat karena hanya butuh kebiasaan membaca, sementara kecepatan berhitung butuh pemanasan harian supaya tidak kaku.
Jangan lupa melatih kondisinya, bukan cuma soalnya: meja bersih, tanpa notifikasi, satu sesi 25–30 menit, lalu istirahat lima menit. Saat tes sesungguhnya, kelelahan di sesi ketiga biasanya lebih menentukan daripada tingkat kesulitan soalnya.
Urutan kategori juga sebaiknya tetap: mulai dari verbal dan logika sebagai pemanasan, lanjut ke numerik dan matematika saat konsentrasi masih penuh, lalu tutup dengan mengulang soal yang pernah salah. Setelah beberapa hari, kamu akan punya catatan sendiri tentang kategori mana yang perlu dijaga, dan catatan itu jauh lebih berguna daripada daftar rumus yang dihafal semalam.
- Tentukan target kecil dan berangka: 25 soal berwaktu per hari, bukan “belajar psikotes” tanpa ukuran.
- Catat jenis kesalahannya, bukan jumlahnya: salah baca instruksi, salah hitung, atau kehabisan waktu.
- Ulangi soal yang pernah salah setelah dua sampai tiga hari, bukan besoknya.
- Sekali seminggu, kerjakan satu sesi penuh tanpa jeda untuk mengukur ketahanan konsentrasi.
- Kalau ada pembahasan yang terasa keliru, laporkan — pemeriksaan soal kami terbuka untuk koreksi pembaca.
Mulai dari 40 soal contoh gratis tanpa akun
Kalau kamu ingin mencoba dulu sebelum memutuskan, halaman contoh memuat 40 soal berpembahasan yang bisa langsung dikerjakan tanpa membuat akun. Isinya mewakili setiap kategori, jadi kamu bisa meraba mana yang paling perlu dilatih lebih dulu.
Soal harga perlu kami jelaskan gamblang: yang gratis adalah 40 soal di halaman contoh tersebut. Materi di dalam aplikasi latihan berbayar Rp 39.000 sekali bayar — bukan langganan, tidak ada tagihan bulanan — dan isinya 1.348 soal untuk 9 jenis tes, lengkap dengan pembahasan dan Laporan Lengkap. Harga dapat berubah sewaktu-waktu untuk pembelian baru.
Setelah pembayaran, kode akses dikirim manual oleh kami dengan target maksimal 6 jam pada jam kerja (08.00–21.00 WIB). Kode yang belum dikirim masih bisa dibatalkan; kode yang sudah dikirim tidak bisa dikembalikan, karena isinya langsung dapat dipakai.
Kesalahan umum saat mengerjakan psikotes
Dari pola pengerjaan yang paling sering terlihat, kesalahan terbesar bukan pada materi, melainkan pada kebiasaan. Enam hal di bawah ini yang paling sering terjadi sekaligus paling mudah diperbaiki sebelum hari-H.
- Melewatkan kata kunci instruksi: “kecuali”, “yang tidak termasuk”, “paling tidak sesuai”.
- Berhenti terlalu lama di satu soal sampai soal di belakangnya tidak tersentuh.
- Menghitung di kepala untuk soal berlapis, lalu keliru di langkah kedua.
- Tidak menandai soal yang masih ragu, sehingga tidak sempat kembali saat waktu tersisa.
- Membaca pilihan jawaban sebelum pertanyaan selesai dibaca, lalu memilih yang terasa paling enak dilihat.
- Belajar dengan membuka kunci jawaban lebih dulu; saat latihan tampak lancar, saat tes justru kosong.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa lama sebaiknya latihan sebelum psikotes kerja?
Kalau masih ada dua minggu, 25–30 soal berwaktu setiap hari sudah cukup untuk melihat kemajuan, ditambah satu sesi penuh tanpa jeda setiap akhir pekan. Kalau waktunya tinggal dua sampai tiga hari, jangan menambah rumus baru: fokus pada kategori yang paling sering salah dan biasakan bekerja dengan batas waktu.
Apakah pembahasan bisa dibuka tanpa menjawab soalnya dulu?
Bisa, tetapi jangan. Pembahasan ada di dalam tombol yang bisa kamu buka kapan saja; membukanya sebelum mencoba membuat latihan berubah menjadi kegiatan membaca. Cara yang bekerja: jawab dulu, catat alasan memilih jawaban itu, baru bandingkan dengan pembahasannya.
Apakah soalnya sama dengan yang keluar di tes sesungguhnya?
Tidak. Seluruh soal di bank soal kami adalah karya penyusun sendiri untuk latihan, disusun agar polanya mendekati soal psikotes kerja yang umum. Kami bukan situs resmi instansi mana pun dan tidak berafiliasi dengan lembaga pemerintah, jadi tidak ada satu pun soal dari instansi di sini.
Apakah materi di dalam aplikasi gratis?
Tidak. Yang gratis hanya 40 soal berpembahasan di halaman contoh, dan itu bisa dicoba tanpa akun. Materi di dalam aplikasi latihan — 1.348 soal, 9 jenis tes, pembahasan, dan Laporan Lengkap — berbayar Rp 39.000 sekali bayar, bukan langganan.
Apakah hasil latihan ini bisa disebut skor IQ atau skor psikotes resmi?
Tidak. Hasil di aplikasi ini alat bantu untuk mengukur kesiapanmu sendiri, bukan laporan hasil resmi dan bukan skor IQ resmi. Skor IQ yang diakui hanya keluar dari pemeriksaan psikolog berlisensi dengan alat baku. Latihan di sini membantu kamu mengenali titik lemah, bukan menggantikan pengukuran tersebut.
Bagaimana kalau saya menemukan pembahasan yang terasa keliru?
Laporkan lewat halaman mutu atau kontak yang tersedia di situs. Bank soal kami diperiksa dengan pedoman mutu yang dapat diperiksa ulang, tetapi 1.348 butir tidak bebas dari kemungkinan salah; laporan pembaca adalah bagian dari pemeriksaan itu dan kami perbaiki setelah diverifikasi.
Psikotes kerja bukan ujian hafalan, jadi menyiapkannya tidak bisa hanya dengan membaca kunci jawaban sampai hafal urutannya. Kerjakan contoh soal dengan batas waktu, periksa kesalahan, ulangi yang salah beberapa hari kemudian, dan lakukan itu berulang beberapa kali sebelum harinya tiba.
Kalau ingin mulai dari yang paling ringan, buka 40 soal contoh gratis lebih dulu — tanpa akun, langsung bisa dikerjakan. Kalau ingin berlatih lebih panjang dengan seluruh kategori, aplikasi latihan memuat 1.348 soal untuk 9 jenis tes beserta pembahasan dan Laporan Lengkap, Rp 39.000 sekali bayar. Soal di halaman ini berasal dari bank soal yang sama, dan cara pemeriksaannya bisa kamu baca di halaman mutu.
Catatan kejujuran: SiapPsikotes bukan situs resmi instansi mana pun dan tidak berafiliasi dengan lembaga pemerintah maupun perusahaan mana pun. Latihan di sini membantu mengukur kesiapan, bukan menjamin kelulusan seleksi. Hasil seleksi bergantung pada usaha dan persiapanmu sendiri.