Langsung ke isi
SiapPsikotes
Panduan

Contoh Soal Tes Kraepelin dan Cara Mengerjakannya

Tes Kraepelin tidak menguji kepintaran berhitung, melainkan cara kamu bekerja saat waktu terus berjalan. Yang dinilai adalah tempo yang tetap, tulisan yang rapi, dan keberanian melanjutkan setelah melakukan kesalahan kecil.

Isi halaman

  1. Apa yang sebenarnya diukur dalam tes Kraepelin
  2. Bentuk lembar dan aturan mengerjakannya
  3. Cara mengerjakan kolom angka langkah demi langkah
  4. Aturan menulis jawaban: tulis satuannya saja
  5. Latihan: 12 soal tentang tes Kraepelin
  6. Kecepatan atau ketelitian: mana yang lebih menentukan
  7. Kesalahan yang sering terjadi saat tes Kraepelin
  8. Cara berlatih di rumah tanpa alat khusus

Contoh soal tes Kraepelin dan cara mengerjakannya dicari banyak orang menjelang seleksi kerja, sekolah kedinasan, atau tes psikologi. Tes ini sering disebut tes koran karena lembarnya lebar dan penuh angka. Tugasnya sederhana: menjumlahkan dua angka yang berdekatan, lalu menuliskan hasilnya. Yang membuatnya berat bukan hitungannya, melainkan waktu - aba-aba ganti kolom terus berbunyi sementara kolommu belum tentu selesai.

Di halaman ini kamu bisa mengerjakan 12 soal latihan tentang tes Kraepelin, diambil dari bank soal SiapPsikotes yang diperiksa dengan pedoman mutu yang dapat diperiksa ulang. Setiap soal punya pembahasan yang bisa dibuka setelah kamu menjawab. Sebelum itu, ada penjelasan bentuk lembar, aturan menulis jawaban, ritme kerja, dan daftar kesalahan yang paling sering terjadi.

Urutannya begini: apa yang sebenarnya diukur, bentuk lembar dan aturannya, langkah mengerjakan kolom angka, aturan penulisan jawaban, blok soal latihan, kecepatan versus ketelitian, kesalahan yang sering terjadi, lalu rencana latihan singkat. Kalau kamu datang hanya untuk mencoba soal, lompat saja langsung ke blok latihan.

Apa yang sebenarnya diukur dalam tes Kraepelin

Tes Kraepelin berupa lembar berisi kolom-kolom angka satu digit. Kamu menjumlahkan dua angka yang berdekatan pada baris yang sama, menuliskan hasilnya di tempat yang ditunjukkan contoh, lalu berpindah satu langkah dan mengulanginya lagi. Pekerjaannya monoton, dan justru karena monoton itulah tes ini bisa memperlihatkan sesuatu: bagaimana kamu menjaga mutu kerja saat lelah dan tertekan waktu.

Nama tes ini dikaitkan dengan Emil Kraepelin, seorang psikiater Jerman yang memakai pekerjaan berhitung berulang untuk mengamati kerja mental. Yang dibaca pengawas bukan hanya seberapa banyak baris yang kamu selesaikan, tetapi bagaimana jumlah itu berubah dari kolom pertama sampai kolom terakhir. Kerja yang stabil cenderung lebih menggambarkan daya tahan daripada satu lonjakan cepat di awal yang tidak bisa dipertahankan.

Karena itu, tidak ada rumus yang bisa dihafal untuk tes ini. Yang bisa dilatih adalah kebiasaan: tempo yang tetap, tulisan yang cepat dibaca, dan keputusan untuk terus maju setelah salah. Empat hal itulah yang biasanya menjadi perhatian:

Bobot dan cara penilaian berbeda antar penyelenggara, dan tidak ada satu susunan penilaian yang berlaku untuk semua seleksi. Karena itu, latihlah hal-hal yang ada di tanganmu: ritme yang tetap, tulisan yang rapi, dan kebiasaan tidak menghabiskan waktu untuk mengoreksi.

Bentuk lembar dan aturan mengerjakannya

Bentuk lembar tes Kraepelin bisa berbeda antar penyelenggara, tetapi bagian-bagian pentingnya hampir selalu sama. Intinya, kamu bekerja di dalam kolom, berpindah kolom mengikuti aba-aba, dan menulis hasil penjumlahan tanpa mengubah angka yang tercetak di lembar.

Tabel berikut merangkum hal-hal yang paling sering ditanyakan saat pertama kali melihat lembarnya:

BagianYang perlu kamu tahu
Isi lembarDeretan angka satu digit yang tersusun dalam beberapa kolom; setiap kolom berisi banyak angka yang harus dijumlahkan berpasangan.
TugasJumlahkan dua angka yang berdekatan pada baris yang sama, lalu tuliskan hasilnya pada tempat yang ditunjukkan contoh, di sela-sela kedua angka.
Angka yang dijumlahkanSelalu angka yang tercetak di lembar, bukan angka hasil tulisanmu sendiri. Pandanganmu bergeser satu langkah setiap kali selesai menulis.
Arah mengerjakanMengikuti instruksi pengawas. Sebagian lembar dimulai dari baris paling bawah, sebagian dari atas - pastikan arahnya sejak awal.
Hasil 10 atau lebihYang ditulis hanya angka satuannya: 12 ditulis 2, 15 ditulis 5, 18 ditulis 8. Kalau hasilnya di bawah 10, tulis utuh.
Aba-aba ganti kolomSaat tanda berbunyi atau pengawas memberi isyarat, pindah ke kolom berikutnya walau kolom sebelumnya belum selesai.
AlatUmumnya hanya pensil dan lembar yang disediakan; alat bantu hitung tidak diperbolehkan.
Jawaban yang salahUmumnya tidak perlu dihapus. Teruskan pada baris berikutnya supaya waktumu tidak habis untuk memperbaiki.

Tabel di atas adalah gambaran umum untuk latihanmu. Instruksi yang dibacakan pengawas di ruangan selalu berlaku lebih dulu, jadi dengarkan sampai habis sebelum mulai bekerja.

Cara mengerjakan kolom angka langkah demi langkah

Cara mengerjakan yang paling sering berhasil adalah yang paling membosankan: pandangan bergeser satu langkah, angka dijumlahkan, hasil ditulis, lanjut, tanpa henti. Peserta yang tampak paling cepat biasanya bukan yang paling jago berhitung, melainkan yang gerakannya paling sedikit berhenti.

Beberapa kebiasaan berikut membantu menjaga tempo tetap dari kolom pertama sampai kolom terakhir:

Latihan di halaman ini berbentuk pilihan ganda supaya bisa dinilai otomatis, jadi bentuknya tidak persis sama dengan lembar Kraepelin di ruang tes. Yang dilatih tetap dua hal yang sama: menjumlahkan dengan cepat dan menuliskan angka satuannya dengan benar.

Aturan menulis jawaban: tulis satuannya saja

Aturan yang paling sering ditanyakan sekaligus paling sering dilanggar adalah cara menulis hasil penjumlahan yang berjumlah sepuluh atau lebih. Satu kotak hanya boleh memuat satu angka, sehingga dua digit hasil penjumlahan tidak dapat ditulis utuh. Inilah yang ditulis:

Hafalkan pola puluhan sampai refleks: hasil 10 sampai 19 selalu diwakili angka satuan yang mudah dihitung mundur dari 10 (12 menjadi 2, 15 menjadi 5, 19 menjadi 9). Kalau aturan ini sudah otomatis, kamu tidak perlu berhenti berpikir di tengah kolom.

Latihan: 12 soal tentang tes Kraepelin

Dua belas soal berikut membahas hal-hal yang paling sering muncul pada tes Kraepelin: penjumlahan dengan aturan satuan, arah mengerjakan, aba-aba ganti kolom, dan cara kerja yang dinilai. Kerjakan dulu tanpa membuka pembahasan, lalu periksa hasilmu. Soal dan pembahasan diambil utuh dari bank soal SiapPsikotes, bukan ditulis ulang di halaman ini.

1.Berapa hasil: 3+9 (tulis satuan jika ≥10)?

  1. 3
  2. 2
  3. 9
  4. 12
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: 2 3 + 9 = 12 → yang ditulis hanya angka satuannya: 2. Ingat: hasil 10 atau lebih selalu ditulis satuannya saja (12 → 2, 15 → 5, 18 → 8). INGAT: Kraepelin menilai KONSISTENSI kecepatan, bukan puncak kecepatan. Latih ritme tetap dari kolom pertama sampai terakhir.

2.Berapa hasil: 2+8 (tulis satuan jika ≥10)?

  1. 0
  2. 2
  3. 10
  4. 8
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: 0 2 + 8 = 10 → yang ditulis hanya angka satuannya: 0. Ingat: hasil 10 atau lebih selalu ditulis satuannya saja (12 → 2, 15 → 5, 18 → 8). INGAT: Kraepelin menilai KONSISTENSI kecepatan, bukan puncak kecepatan. Latih ritme tetap dari kolom pertama sampai terakhir.

3.Berapa hasil: 6+9 (tulis satuan jika ≥10)?

  1. 15
  2. 6
  3. 5
  4. 9
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: 5 6 + 9 = 15 → yang ditulis hanya angka satuannya: 5. Ingat: hasil 10 atau lebih selalu ditulis satuannya saja (12 → 2, 15 → 5, 18 → 8). INGAT: Kraepelin menilai KONSISTENSI kecepatan, bukan puncak kecepatan. Latih ritme tetap dari kolom pertama sampai terakhir.

4.Berapa hasil: 5+5 (tulis satuan jika ≥10)?

  1. 10
  2. 20
  3. 5
  4. 0
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: 0 5 + 5 = 10 → yang ditulis hanya angka satuannya: 0. Ingat: hasil 10 atau lebih selalu ditulis satuannya saja (12 → 2, 15 → 5, 18 → 8). INGAT: Kraepelin menilai KONSISTENSI kecepatan, bukan puncak kecepatan. Latih ritme tetap dari kolom pertama sampai terakhir.

5.Berapa hasil 4 + 9? (jika hasil ≥10, tulis satuannya saja)

  1. 13
  2. 3
  3. 9
  4. 4
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: 3 4 + 9 = 13 → yang ditulis hanya angka satuannya: 3. Ingat: hasil 10 atau lebih selalu ditulis satuannya saja (12 → 2, 15 → 5, 18 → 8). INGAT: Kraepelin menilai KONSISTENSI kecepatan, bukan puncak kecepatan. Latih ritme tetap dari kolom pertama sampai terakhir.

6.Berapa hasil 8 + 9? (jika hasil ≥10, tulis satuannya saja)

  1. 7
  2. 17
  3. 8
  4. 9
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: 7 8 + 9 = 17 → yang ditulis hanya angka satuannya: 7. Ingat: hasil 10 atau lebih selalu ditulis satuannya saja (12 → 2, 15 → 5, 18 → 8). INGAT: Kraepelin menilai KONSISTENSI kecepatan, bukan puncak kecepatan. Latih ritme tetap dari kolom pertama sampai terakhir.

7.Berapa hasil: 4 + 7? (jika hasil 10 atau lebih, tulis angka satuannya saja)

  1. 7
  2. 11
  3. 1
  4. 4
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: 1 4 + 7 = 11 → yang ditulis hanya angka satuannya: 1. Ingat: hasil 10 atau lebih selalu ditulis satuannya saja (12 → 2, 15 → 5, 18 → 8). INGAT: Kraepelin menilai KONSISTENSI kecepatan, bukan puncak kecepatan. Latih ritme tetap dari kolom pertama sampai terakhir.

8.Berapa hasil 4 + 5? (jika hasil ≥10, tulis satuannya saja)

  1. 4
  2. 5
  3. 19
  4. 9
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: 9 4 + 5 = 9 (kurang dari 10, jadi ditulis apa adanya: 9). INGAT: Kraepelin menilai KONSISTENSI kecepatan, bukan puncak kecepatan. Latih ritme tetap dari kolom pertama sampai terakhir.

9.Berapa hasil 8 + 2? (jika hasil ≥10, tulis satuannya saja)

  1. 8
  2. 0
  3. 2
  4. 10
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: 0 8 + 2 = 10 → yang ditulis hanya angka satuannya: 0. Ingat: hasil 10 atau lebih selalu ditulis satuannya saja (12 → 2, 15 → 5, 18 → 8). INGAT: Kraepelin menilai KONSISTENSI kecepatan, bukan puncak kecepatan. Latih ritme tetap dari kolom pertama sampai terakhir.

10.Berapa hasil: 2 + 1? (jika hasil 10 atau lebih, tulis angka satuannya saja)

  1. 3
  2. 1
  3. 2
  4. 13
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: 3 2 + 1 = 3 (kurang dari 10, jadi ditulis apa adanya: 3). INGAT: Kraepelin menilai KONSISTENSI kecepatan, bukan puncak kecepatan. Latih ritme tetap dari kolom pertama sampai terakhir.

11.Berapa hasil 7 + 9? (jika hasil ≥10, tulis satuannya saja)

  1. 7
  2. 9
  3. 6
  4. 16
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: 6 7 + 9 = 16 → yang ditulis hanya angka satuannya: 6. Ingat: hasil 10 atau lebih selalu ditulis satuannya saja (12 → 2, 15 → 5, 18 → 8). INGAT: Kraepelin menilai KONSISTENSI kecepatan, bukan puncak kecepatan. Latih ritme tetap dari kolom pertama sampai terakhir.

12.Berapa hasil 4 + 4? (jika hasil ≥10, tulis satuannya saja)

  1. 4
  2. 18
  3. 16
  4. 8
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: 8 4 + 4 = 8 (kurang dari 10, jadi ditulis apa adanya: 8). INGAT: Kraepelin menilai KONSISTENSI kecepatan, bukan puncak kecepatan. Latih ritme tetap dari kolom pertama sampai terakhir.

Kecepatan atau ketelitian: mana yang lebih menentukan

Keduanya dinilai, dan keduanya bisa saling merusak. Kecepatan tanpa ketelitian terlihat sebagai lonjakan di awal kolom lalu hasil yang makin banyak salah; ketelitian tanpa kecepatan membuat jumlah baris yang kamu selesaikan terlalu sedikit untuk dibaca polanya. Karena bobot penilaian berbeda antar penyelenggara dan tidak diumumkan, cara paling aman adalah menjaga keduanya sekaligus dengan tempo yang bisa kamu pertahankan sampai selesai.

Tempo yang bisa dipertahankan selalu lebih bernilai daripada tempo puncak yang hanya bertahan sebentar. Empat kebiasaan berikut membantu menyeimbangkan keduanya:

Satu kesalahan biasanya tidak membuat penilaianmu jatuh, tetapi pola kesalahan yang berulang di bagian yang sama bisa terbaca. Karena itu, catat pada latihan berikutnya: apakah keliru karena salah hitung, salah menulis satuan, atau karena pandangan bergeser dari baris.

Kesalahan yang sering terjadi saat tes Kraepelin

Sebagian besar nilai yang kurang memuaskan pada tes ini bukan karena tidak bisa berhitung, melainkan karena kebiasaan kerja yang boros waktu. Tujuh hal berikut termasuk yang paling sering terjadi sekaligus paling mudah diperbaiki.

Sebelum hari tes, tuliskan satu daftar pendek kesalahanmu sendiri dari latihan - misalnya salah satuan atau pandangan bergeser dari baris - lalu periksa daftar itu sekali lagi sebelum mulai. Kebiasaan memeriksa daftar pendek seperti ini lebih berguna daripada mengerjakan soal baru tanpa arah.

Cara berlatih di rumah tanpa alat khusus

Tes Kraepelin bisa dilatih dengan alat yang sangat sederhana: selembar kertas berisi angka acak dan pewaktu. Latihan beberapa menit setiap hari lebih berguna daripada satu sesi panjang sekali seminggu, karena yang dibentuk adalah kebiasaan tempo, bukan pengetahuan.

Tulis enam kolom berisi angka acak 1 sampai 9 pada selembar kertas, lalu berlatih dengan rangkaian berikut:

Catat dua angka setiap sesi: jumlah baris yang selesai dan jumlah kesalahan. Kenaikan kecepatan biasanya terasa lebih dulu daripada penurunan kesalahan, dan itu tanda yang wajar. Bandingkan catatanmu setiap akhir pekan, bukan setiap hari.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa bedanya tes Kraepelin dan tes Pauli?

Keduanya tes berhitung cepat dengan lembar berisi kolom angka, dan perbedaan yang biasa disebut adalah tempo serta panjang lembarnya: Kraepelin bertempo lebih cepat dengan kolom yang lebih pendek, sedangkan Pauli memakai lembar lebih panjang dengan waktu kerja lebih lama. Karena pengaturan waktu dan bentuk lembar bisa berbeda antar penyelenggara, ikuti saja instruksi yang dibacakan di ruangan.

Kalau hasil penjumlahan 14, angka apa yang saya tulis?

Yang ditulis adalah 4, yaitu angka satuannya. Hasil 10 sampai 19 selalu ditulis satuannya saja: 10 menjadi 0, 12 menjadi 2, 15 menjadi 5, 18 menjadi 8. Hasil di bawah 10 ditulis utuh, misalnya 7 ditulis 7.

Apakah saya boleh memakai kalkulator, jari, atau kertas coretan?

Alat bantu hitung umumnya tidak diperbolehkan; yang tersedia biasanya hanya pensil dan lembar tesnya. Menghitung dengan gerakan jari juga memperlambat dan bisa mengganggu peserta lain, jadi latih berhitung di kepala sejak sekarang. Instruksi pengawas di ruangan tetap menjadi acuan utama.

Berapa lama tes Kraepelin berlangsung dan berapa kolom yang harus diselesaikan?

Lama kerja dan jumlah kolom berbeda antar penyelenggara, dan tidak ada susunan yang berlaku untuk semua seleksi. Karena itu, jangan menyusun strategi berdasarkan dugaan jumlah kolom; yang bisa kamu latih adalah berpindah kolom tepat saat aba-aba berbunyi dan menjaga tempo tetap sampai tes selesai.

Apakah lulus seleksi saya bergantung pada nilai tes Kraepelin saja?

Tidak. Hasil seleksi ditentukan oleh penyelenggara melalui banyak tahap dan penilaian, bukan oleh satu tes berhitung. Yang bisa disiapkan di halaman ini adalah latihan agar kamu mengenali bentuk tes, aturan satuan, dan ritme kerjanya sebelum hari pelaksanaan.

Apa bedanya 12 soal di halaman ini dengan materi di dalam aplikasi?

Di halaman contoh tersedia 40 soal berpembahasan yang bisa dicoba gratis tanpa akun. Materi di dalam aplikasi berbayar memuat 1.348 soal untuk 9 jenis tes, termasuk Kraepelin dengan simulasi kolom angka, lengkap dengan pembahasan dan Laporan Lengkap, seharga Rp 39.000 sekali bayar - bukan langganan, jadi tidak ada tagihan berulang.

Tes Kraepelin jarang memenangkan orang yang paling cepat menghitung. Yang tampak paling menonjol biasanya adalah peserta yang gerakannya tidak berhenti, tulisannya tetap rapi sampai kolom akhir, dan tidak terpaku pada kekeliruan kecil. Tiga hal itu bisa dilatih dalam sesi singkat, asalkan kamu melatihnya dengan pola yang sama setiap kali: hitung, tulis, lanjut.

Kalau ingin mencoba lebih dulu, 40 soal berpembahasan tersedia gratis tanpa akun di halaman contoh. Untuk latihan penuh, akses ke dalam aplikasi berisi 1.348 soal untuk 9 jenis tes dengan pembahasan dan Laporan Lengkap, seharga Rp 39.000 sekali bayar. SiapPsikotes bukan situs resmi instansi mana pun dan tidak berafiliasi dengan lembaga pemerintah; seluruh soal adalah karya penyusun sendiri untuk latihan, dan pembelian tidak menjamin kelulusan seleksi apa pun.

Latihan soal psikotes di aplikasi 40 soal contoh gratis (tanpa akun) Harga dan cara beli Mutu dan bukti pemeriksaan soal