Langsung ke isi
SiapPsikotes
Panduan

Contoh Soal TIU CPNS dan Pembahasan untuk Latihan SKD

TIU bukan tes hafalan. Yang menentukan adalah kecepatan mengenali pola soal, ketelitian berhitung, dan keberanian mengisi jawaban saat waktu hampir habis.

Isi halaman

  1. Apa yang diukur TIU dan bedanya dengan TWK
  2. Tiga kelompok soal TIU
  3. Cara penilaian SKD dan ambang batas TIU
  4. Latihan: 5 soal kemampuan verbal
  5. Latihan: 5 soal kemampuan numerik
  6. Latihan: 5 soal penalaran dan logika
  7. Strategi membagi waktu saat ujian
  8. Rencana latihan dua pekan

Contoh soal TIU CPNS dan pembahasan dicari oleh pelamar yang sudah menyelesaikan TWK dan ingin menaikkan nilai subtes tengahnya. TIU adalah singkatan dari Tes Intelegensia Umum, subtes kedua dalam Seleksi Kompetensi Dasar. Isinya bukan pengetahuan yang harus dihafal, melainkan kemampuan berpikir: mengenali hubungan kata, menyelesaikan hitungan, dan menarik kesimpulan dari sekumpulan pernyataan.

Karena sifatnya itu, TIU jarang naik hanya dengan membaca ulang catatan. Nilai TIU naik ketika kamu terbiasa melihat bentuk soal yang sama berulang kali, tahu langkah pertama yang harus diambil, lalu mengeksekusinya dengan cepat. Latihan yang berguna adalah latihan yang menirukan tekanan waktu ujian, bukan mengerjakan satu soal sambil membuka penjelasan.

Di halaman ini kamu bisa mengerjakan 15 soal latihan dari tiga kelompok TIU: kemampuan verbal, kemampuan numerik, dan penalaran. Seluruh soal diambil dari bank soal SiapPsikotes yang diperiksa dengan pedoman mutu soal, dan setiap soal punya pembahasan yang bisa dibuka setelah kamu menjawab.

Apa yang diukur TIU dan bedanya dengan TWK

TWK menanyakan apa yang kamu ketahui tentang kebangsaan; TIU menanyakan bagaimana kamu berpikir. Dua peserta bisa memiliki pengetahuan yang sama, tetapi berbeda jauh pada TIU karena satu terbiasa berhitung cepat dan yang lain berhenti lama di satu soal deret angka.

Karena penilaiannya tidak memakai nilai minus, soal yang tidak bisa kamu selesaikan tetap layak diisi. Satu jawaban yang dipilih dari empat pilihan memberi peluang menambah nilai; nomor yang dibiarkan kosong tidak.

Latihan TIU yang efektif diukur dengan dua angka saja: jumlah benar dan sisa waktu. Keduanya harus dicatat setiap selesai satu set.

Tiga kelompok soal TIU

Kerangka kisi-kisi TIU dibagi menjadi tiga kelompok. Pertanyaan pada ujian memakai istilah resmi kisi-kisi, jadi mengenali kelompoknya lebih dulu membantu kamu memilih langkah pengerjaan.

KelompokBentuk soal yang muncul
Kemampuan verbalAnalogi (hubungan dua kata), silogisme (penarikan kesimpulan dari dua pernyataan), dan analitis (menyimpulkan urutan atau susunan dari petunjuk).
Kemampuan numerikBerhitung cepat, deret angka, perbandingan kuantitatif, dan soal cerita yang menuntut penerjemahan kalimat menjadi operasi hitung.
Kemampuan figural dan penalaranAnalogi gambar, ketidaksamaan gambar, dan serial gambar; ditambah penalaran logis yang menuntut kamu menentukan kesimpulan yang sahih.

Soal di halaman ini diambil dari bank soal teks: verbal, numerik, dan penalaran. Soal figural atau bergambar dikerjakan langsung di aplikasi karena membutuhkan tampilan gambar.

Cara penilaian SKD dan ambang batas TIU

Nilai SKD adalah gabungan tiga subtes, tetapi ambang batas dinilai per subtes. Artinya nilai total yang tinggi tidak menolong kalau salah satu subtes berada di bawah ambang batas, dan sebaliknya. Karena itu TIU tidak bisa ditinggalkan hanya karena TWK dan TKP terasa lebih ringan.

PertanyaanJawaban singkat
Apakah jawaban salah mengurangi nilai?Tidak. Jawaban salah dan nomor kosong sama-sama tidak menambah nilai.
Lebih baik menebak atau mengosongkan?Menebak. Tanpa nilai minus, menebak selalu memberi peluang menambah nilai.
Apakah nilai tiga subtes digabung?Ya. Nilai SKD adalah gabungan TWK, TIU, dan TKP, sementara ambang batas dinilai per subtes.
Apakah ambang batas tetap?Tidak. Angka ambang batas ditetapkan pada pengumuman seleksi tahun berjalan dan bisa berubah.

Jangan menghitung peluang kelulusan dari angka ambang batas yang beredar di unggahan lama. Buka pengumuman seleksi tahun berjalan dan baca subtesnya satu per satu.

Latihan: 5 soal kemampuan verbal

Kerjakan lebih dulu tanpa membuka pembahasan. Setelah lima soal selesai, buka pembahasannya dan periksa apakah alasanmu sama dengan alasan yang tertulis, bukan hanya jawabannya.

Pada soal analogi, tulis hubungannya dalam satu kalimat sebelum melihat pilihan. Cara ini mencegah kamu memilih pasangan kata yang terdengar mirip tetapi hubungannya berbeda.

1.PERWIRA : TNI = KOMISIONER : ...

  1. POLRI
  2. BPK
  3. KPK
  4. DPR
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: POLRI Perwira = pangkat di TNI. Komisioner = pangkat di Polri. INGAT: Analogi: tentukan dulu hubungannya (alat–profesi, bagian–keseluruhan, sinonim, antonim, sebab–akibat).

2.Antonim kata EKSPANSI adalah...

  1. Kontraksi
  2. Ekspresi
  3. Eksekusi
  4. Kemajuan
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: Kontraksi Ekspansi = perluasan, pengembangan. Antonim: kontraksi = penyusutan, pengurangan. INGAT: Antonim = lawan makna, pilih yang benar-benar berlawanan.

3.Antonim kata BERHATI-HATI adalah...

  1. Ceroboh
  2. Kuat
  3. Besar
  4. Cepat
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: Ceroboh Berhati-hati = hati-hati. Antonim: ceroboh. INGAT: Antonim = lawan makna, pilih yang benar-benar berlawanan.

4.Manakah penulisan yang BAKU menurut KBBI?

  1. jadwal
  2. jadual
  3. jadval
  4. jaddwal
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: jadwal Menurut KBBI, bentuk baku yang benar adalah jadwal, bukan jadual atau jadval. INGAT: Bentuk baku KBBI: nasihat, praktik, analisis, risiko, apotek, atlet, izin, jadwal, kuitansi, ambulans, ekspor, fotokopi.

5.Kata ANTUSIAS sepadan maknanya dengan ...

  1. Bersemangat
  2. Bingung
  3. Tenang
  4. Lesu
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: Bersemangat Antusias berarti penuh minat dan bergairah terhadap sesuatu, padanannya bersemangat: antusias = bersemangat. 'Lesu' justru lawan katanya, 'Bingung' berarti tidak tahu arah, dan 'Tenang' menunjuk suasana hati yang damai. INGAT: Sinonim yang benar dapat saling menggantikan tanpa mengubah makna kalimat; coba tukar kata itu di dalam kalimat sendiri.

Latihan: 5 soal kemampuan numerik

Bagian numerik paling sering kehilangan waktu bukan karena soalnya sulit, melainkan karena hitungan dikerjakan dengan cara yang panjang. Biasakan menaksir jawaban lebih dulu, lalu periksa pilihan yang mendekati taksiranmu.

Kalau satu soal deret belum terlihat polanya setelah sekitar satu menit, tandai, isi jawaban yang paling masuk akal, lalu lanjut. Soal berikutnya biasanya lebih cepat.

1.1248 + 763 - 459 = ...

  1. 1552
  2. 1562
  3. 1572
  4. 1542
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: 1552 Kerjakan berurutan: 1248 + 763 = 2011, lalu 2011 − 459 = 1552. INGAT: Numerik: kerjakan dari kiri ke kanan dan tulis hasil antara supaya tidak keliru.

2.456 - 178 = ...

  1. 278
  2. 288
  3. 298
  4. 268
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: 278 Kurangkan langsung: 456 − 178 = 278. INGAT: Numerik: kerjakan dari kiri ke kanan dan tulis hasil antara supaya tidak keliru.

3.143 + 278 + 428 = ...

  1. 873
  2. 821
  3. 834
  4. 849
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: 849 Kerjakan berurutan: 143 + 278 = 421, lalu 421 + 428 = 849. INGAT: Numerik: kerjakan dari kiri ke kanan dan tulis hasil antara supaya tidak keliru.

4.7/8 - 1/2 = ...

  1. 3/9
  2. 4/8
  3. 6/6
  4. 3/8
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: 3/8 Samakan penyebut ke 8. 7/8 = 7/8, 1/2 = 4/8. Selisih = 3/8 = 3/8. INGAT: Pecahan: samakan penyebut dulu, baru jumlahkan atau kurangkan pembilangnya.

5.√289 = ...

  1. 15
  2. 18
  3. 20
  4. 17
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: 17 √289 = 17, karena 17 × 17 = 289. INGAT: Hafal kuadrat 1-25 dan pangkat kecil (2⁵=32, 2⁸=256, 2¹⁰=1024).

Latihan: 5 soal penalaran dan logika

Soal penalaran tidak membutuhkan hitungan rumit. Yang dibutuhkan adalah kesabaran menuliskan apa yang diketahui dan apa yang ditanyakan, lalu memeriksa apakah kesimpulan yang kamu pilih benar-benar mengikuti pernyataannya.

Waspadai pilihan yang terdengar masuk akal tetapi menambah informasi baru. Kesimpulan yang sah hanya memakai pernyataan yang sudah diberikan.

1.Semua prajurit TNI disiplin. Budi prajurit TNI. Kesimpulan:

  1. Budi pasti disiplin
  2. Tidak bisa disimpulkan
  3. Budi mungkin disiplin
  4. Budi tidak disiplin
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: Budi pasti disiplin Silogisme valid: premis mayor + minor valid → Budi pasti disiplin. INGAT: Silogisme: 'semua A adalah B' + 'X adalah A' → X pasti B. Kalau hanya tahu X adalah B, X belum tentu A.

2.Tidak ada siswa yang tidak lulus. Andi adalah siswa. Kesimpulan:

  1. Andi tidak lulus
  2. Andi mungkin lulus
  3. Tidak bisa disimpulkan
  4. Andi lulus
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: Andi lulus Tidak ada siswa yang tidak lulus = SEMUA siswa lulus. Andi siswa → Andi lulus. TRIK: negasi ganda = positif. INGAT: Silogisme: 'semua A adalah B' + 'X adalah A' → X pasti B. Kalau hanya tahu X adalah B, X belum tentu A.

3.Deret: 1, 8, 27, 64. Suku berikutnya...

  1. 125
  2. 150
  3. 216
  4. 100
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: 125 Kubik: 1³,2³,3³,4³,5³=125. INGAT: Deret angka: tulis selisih antar suku. Selisih tetap = aritmetika, rasio tetap = geometri, selisih naik = pola bertingkat.

4.Kode A=1, B=2, ..., Z=26. Kode untuk 'PERWIRA' adalah...

  1. 16-5-18-23-9-18-1
  2. 16-5-18-22-9-18-1
  3. 16-5-18-23-8-18-1
  4. 16-5-17-23-9-18-1
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: 16-5-18-23-9-18-1 PERWIRA = P E R W I R A = 16-5-18-23-9-18-1. INGAT: Sandi: cek pergeseran (+1, +2) atau ubah huruf ke posisi alfabet (A=1, B=2, ... Z=26).

5.Nilai ujian K lebih tinggi dari L. M lebih rendah dari L. N lebih rendah dari M. Urutan dari yang TERTINGGI adalah...

  1. K > M > L > N
  2. L > K > M > N
  3. N > M > L > K
  4. K > L > M > N
Lihat jawaban & pembahasan

JAWABAN: K > L > M > N Rantai perbandingan: K > L, L > M, M > N. Maka K > L > M > N. INGAT: Soal urutan: susun rantai perbandingannya dulu, jangan menebak yang tidak disebutkan.

Strategi membagi waktu saat ujian

Waktu ujian SKD dipakai bersama oleh tiga subtes, jadi keputusan terpentingmu adalah kapan berpindah soal. Peserta yang berhenti terlalu lama pada satu soal biasanya kehilangan tiga sampai empat nomor di belakangnya.

Berlatih dengan timer selalu terasa lebih buruk daripada berlatih santai. Itu tanda latihannya menirukan kondisi ujian yang sebenarnya.

Rencana latihan dua pekan

Rencana di bawah ini mengasumsikan kamu berlatih sekitar 30 sampai 45 menit per hari. Yang penting bukan jumlah soalnya, melainkan keluaran yang bisa kamu lihat setiap hari.

HariFokusKeluaran yang terlihat
1 sampai 2Analogi dan silogismeCatatan alasan setiap jawaban, bukan hanya kunci
3 sampai 4Analitis dan penalaran logisDaftar kesalahan sendiri: keliru membaca atau keliru menyimpulkan
5 sampai 6Berhitung cepatCatatan taksiran sebelum menghitung
7Ulangi soal yang salahSetengah halaman soal yang pernah keliru, dikerjakan ulang
8 sampai 9Deret angka dan perbandingan kuantitatifPola yang dikenali: selisih, kelipatan, kuadrat, dua langkah
10 sampai 11Soal cerita numerikLatihan menerjemahkan kalimat menjadi operasi hitung
12 sampai 14Set latihan berpacu waktuJumlah benar dan sisa waktu tiap set, dicatat

Dua pekan cukup untuk memperbaiki kecepatan pada bentuk soal yang paling sering muncul, tetapi tidak untuk menutup semua kelemahan. Sesuaikan jumlah set dengan waktu yang benar-benar kamu punya.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu TIU dalam Seleksi Kompetensi Dasar?

TIU adalah Tes Intelegensia Umum, subtes kedua SKD yang mengukur kemampuan berpikir: verbal, numerik, dan penalaran, termasuk soal figural. Isinya bukan hafalan materi kebangsaan.

Berapa jumlah soal TIU dan berapa ambang batasnya?

Jumlah soal dan ambang batas ditetapkan pada pengumuman seleksi tahun berjalan, sama seperti subtes lain, dan ambang batas dinilai per subtes. Buka pengumuman terbaru untuk angka yang berlaku.

Apakah soal di halaman ini sama dengan soal ujian?

Tidak. Semua soal di halaman ini dibuat untuk latihan dan diambil dari bank soal SiapPsikotes, bukan naskah ujian. Yang dilatih adalah bentuk soal dan langkah pengerjaannya.

Kalau tidak bisa mengerjakan soal numerik, apakah sebaiknya menebak?

Ya. Tidak ada pengurangan nilai, jadi jawaban salah sama nilainya dengan nomor kosong. Menebak selalu memberi peluang menambah nilai.

Mana yang sebaiknya dikerjakan lebih dulu, verbal atau numerik?

Mulai dari bentuk soal yang paling cepat kamu selesaikan, supaya nilai terkumpul lebih dulu. Setelah itu gunakan sisa waktu untuk bentuk soal yang paling lama.

Nilai TIU naik dari pengulangan yang terukur, bukan dari membaca tips. Setelah mengerjakan 15 soal di atas, catat jumlah benar dan berapa lama kamu bekerja. Ulangi set yang sama beberapa hari kemudian, dan bandingkan keduanya.

Satu hal yang paling sering dilupakan peserta: soal latihan di halaman ini adalah halaman statis tanpa penilaian otomatis. Kalau kamu ingin jawabanmu dihitung, tersimpan, dan pembahasannya muncul langsung setelah menjawab, gunakan aplikasi latihan.

Latihan soal TIU di aplikasi 40 soal contoh gratis (tanpa akun) Contoh soal TWK CPNS dan pembahasan Harga dan cara beli Mutu dan bukti pemeriksaan soal